HDD dan
SSD memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk boot sistem, menyimpan aplikasi, dan
menyimpan data-data pribadi. Namun, keduanya memiliki fitur unik masing-masing.
Pertanyaannya, Apa bedanya? dan Kenapa memilih yang
satu daripada yang lainnya? Mari kita bahas ^_^
Harga : SSD dijual dengan harga yang
sangat mahal per GB-nya. Untuk membeli HDD 2,5 inci dengan kapasitas 1 TB Anda
akan mengeluarkan biaya sekitar US$100. Untuk membeli SSD dengan kapasitas yang
sama, Anda membutuhkan biaya sekitar US$900. Yang artinya 10 sen per GB untuk HDD,
dan 90 sen per GB untuk SSD.
Kapasitas
: Seperti yang sudah
disebutkan di atas, kapasitas maksimal SSD sekarang ini mencapai 1 TB, dimana
produknya cukup langka dan harganya yang sangat mahal. Anda mungkin lebih
memilih SSD dengan kapasitas 128 GB hingga 500 GB sebagai drive utama. Untuk
HDD, orang-orang biasanya memakai HDD dengan kapasitas 250 GB atau 500GB. Bagi
pengguna multimedia, biasanya membutuh kapasitas yang lebih besar. HDD dengan
kapasitas 1 TB sampai 4 TB biasa digunakan untuk PC kelas high-end.
Kecepatan
: Di sinilah SSD
menunjukkan taringnya. PC yang terpasang SSD dapat booting dalam hitungan
detik, yang pasti di bawah semenit. HDD membutuhkan waktu yang lebih lama
bergantung spesifikasi PC, dan tetap lebih lama daripada SSD ketika melakukan
pekerjaan normal. PC atau Mac yang terpasang SSD mendapatkan skor PCMark lebih
tinggi, ditambah lagi dengan skor kecepatan transfer data HDD vs SSD dimana SSD
jauh lebih tinggi daripada HDD.
Fragmentasi
: Dikarenakan oleh bentuk
permukaan perekaman yang seperti spiral, permukaan HDD sangat baik untuk
file-file berukuran besar yang terletak pada blok yang berdekatan. Dengan
begitu, head dapat memulai dan mengakhiri pembacaan data dengan satu arah yang
berkelanjutan. Ketika HDD mulai penuh, file-file yang berukuran besar dapat
terpencar di sekitar piringan disk, yang biasa dikenal dengan fragmentasi.
Walaupun algoritma baca/tulis mangalami peningkatan, yang dapat meminimalisir
efek fragmentasi, fakta bahwa HDD dapat mengalami fragmentasi tak dapat
dipungkiri. Sedangkan dengan SSD, Anda tak perlu dipusingkan dengan
fragmentasi. Karena data disimpan pada chip dan tidak memiliki head pembacaan
fisik.
Daya
tahan : SSD
tidak memiliki perangkat yang bergerak, jadi lebih aman dalam menyimpan dan
memelihara data bahkan ketika Anda menjatuhkan laptop atau terjadi gempa ketika
bekerja dengan laptop. Kebanyakan HDD memarkirkan head baca/tulis ketika sistem
dalam keadaan mati, namun head tersebut selalu bergerak terus-menerus di
sekitar piringan disk hingga mencapai ratusan mil/jam ketika bekerja. Selain
itu, rem parkir head HDD tetap memiliki batasan. Jika Anda termasuk orang yang
cukup teledor ataupun kasar terhadap perangkat Anda, maka Anda dianjurkan untuk
menggunakan SSD.
Ketersediaan
: Walaupun di akhir 2011
telah terjadi bencana di Thailand yang menjadi tempat pusat pabrikan HDD, namun
HDD masih tetap mudah didapatkan di pasaran. Coba Anda lihat produk Western
Digital, Samsung, Seagate, Toshiba, dan Hitachi, Anda dapat melihat banyaknya
model HDD daripada SSD. Untuk PC dan Mac, HDD tetap akan terus dipakai,
setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.
Form
factor (bentuk/ukuran) : Karena
HDD bergantung pada putaran piringan, membuat terdapatnya batasan seberapa
kecil ukuran sebuah HDD dapat diproduksi. Ada inisiatif untuk membuat HDD
dengan ukuran 1,8 inci, namun terbentur dengan kapasitas maksimal 320 GB,
sementara MP3 player dan pabrikan ponsel pintar (smartphone) telah menetapkan
flash memori sebagai media penyimpanan datanya. SSD terbebas dari batasan
tersebut, sehingga ukuran SSD dapat disusutkan seiring dengan waktu dan
perkembangan teknologi. SSD tersedia dengan ukuran 2,5 inci dimana ukuran
tersebut hanya untuk kenyamanan pengguna laptop. Seiring dengan semakin
kecilnya ukuran laptop dan semakin banyaknya pengguna PC tablet untuk
menjelajahi web, Anda akan melihat kemampuan SSD yang dapat beradaptasi dengan
mudah dengan ukuran laptop/tablet.
Noise
(Tingkat Kebisingan) : Bahkan
HDD tersenyap akan menghasil sedikit kebisingan ketika piringan berputar atau
ketika head baca/tulis yang terus bergerak maju-mundur. Semakin cepat sebuah
HDD, maka semakin tinggi kebisingan yang dihasilkan. Sedangkan SSD tidak
menghasilkan kebisingan sama sekali, hal ini dikarenakan bentuknya yang bukan
mekanik.
Overall : Secara keseluruhan, HDD menang
dari sisi harga, kapasitas, dan ketersediaan barang. Sedangkan SSD unggul dalam
hal kecepatan, daya tahan, bentuk/ukuran, tingkat kebisingan, dan fragmentasi.
Perlu
diketahui, setiap sel chip flash memori yang ada pada SSD memiliki batasan
berapa kali data dapat ditulis dan dihapus. Walau begitu, dengan adanya
teknologi TRIM pada SSD yang secara dinamis meningkatkan siklus baca/tulis-nya,
besar kemungkinan Anda akan membuang perangkat (SSD) yang usang sebelum
mengalami kesalahan baca/tulis (read/write error). Kecuali bagi pengguna
multimedia high-end seperti editor video yang secara konstan membaca dan
menulis data.