Wednesday, 18 December 2013

Kelebihan dan Kekurangan



HDD dan SSD memiliki fungsi yang sama, yaitu untuk boot sistem, menyimpan aplikasi, dan menyimpan data-data pribadi. Namun, keduanya memiliki fitur unik masing-masing. Pertanyaannya, Apa bedanya? dan Kenapa memilih yang satu daripada yang lainnya? Mari kita bahas ^_^

Harga : SSD dijual dengan harga yang sangat mahal per GB-nya. Untuk membeli HDD 2,5 inci dengan kapasitas 1 TB Anda akan mengeluarkan biaya sekitar US$100. Untuk membeli SSD dengan kapasitas yang sama, Anda membutuhkan biaya sekitar US$900. Yang artinya 10 sen per GB untuk HDD, dan 90 sen per GB untuk SSD.

Kapasitas : Seperti yang sudah disebutkan di atas, kapasitas maksimal SSD sekarang ini mencapai 1 TB, dimana produknya cukup langka dan harganya yang sangat mahal. Anda mungkin lebih memilih SSD dengan kapasitas 128 GB hingga 500 GB sebagai drive utama. Untuk HDD, orang-orang biasanya memakai HDD dengan kapasitas 250 GB atau 500GB. Bagi pengguna multimedia, biasanya membutuh kapasitas yang lebih besar. HDD dengan kapasitas 1 TB sampai 4 TB biasa digunakan untuk PC kelas high-end.

Kecepatan : Di sinilah SSD menunjukkan taringnya. PC yang terpasang SSD dapat booting dalam hitungan detik, yang pasti di bawah semenit. HDD membutuhkan waktu yang lebih lama bergantung spesifikasi PC, dan tetap lebih lama daripada SSD ketika melakukan pekerjaan normal. PC atau Mac yang terpasang SSD mendapatkan skor PCMark lebih tinggi, ditambah lagi dengan skor kecepatan transfer data HDD vs SSD dimana SSD jauh lebih tinggi daripada HDD.

Fragmentasi : Dikarenakan oleh bentuk permukaan perekaman yang seperti spiral, permukaan HDD sangat baik untuk file-file berukuran besar yang terletak pada blok yang berdekatan. Dengan begitu, head dapat memulai dan mengakhiri pembacaan data dengan satu arah yang berkelanjutan. Ketika HDD mulai penuh, file-file yang berukuran besar dapat terpencar di sekitar piringan disk, yang biasa dikenal dengan fragmentasi. Walaupun algoritma baca/tulis mangalami peningkatan, yang dapat meminimalisir efek fragmentasi, fakta bahwa HDD dapat mengalami fragmentasi tak dapat dipungkiri. Sedangkan dengan SSD, Anda tak perlu dipusingkan dengan fragmentasi. Karena data disimpan pada chip dan tidak memiliki head pembacaan fisik.

Daya tahan : SSD tidak memiliki perangkat yang bergerak, jadi lebih aman dalam menyimpan dan memelihara data bahkan ketika Anda menjatuhkan laptop atau terjadi gempa ketika bekerja dengan laptop. Kebanyakan HDD memarkirkan head baca/tulis ketika sistem dalam keadaan mati, namun head tersebut selalu bergerak terus-menerus di sekitar piringan disk hingga mencapai ratusan mil/jam ketika bekerja. Selain itu, rem parkir head HDD tetap memiliki batasan. Jika Anda termasuk orang yang cukup teledor ataupun kasar terhadap perangkat Anda, maka Anda dianjurkan untuk menggunakan SSD.

Ketersediaan : Walaupun di akhir 2011 telah terjadi bencana di Thailand yang menjadi tempat pusat pabrikan HDD, namun HDD masih tetap mudah didapatkan di pasaran. Coba Anda lihat produk Western Digital, Samsung, Seagate, Toshiba, dan Hitachi, Anda dapat melihat banyaknya model HDD daripada SSD. Untuk PC dan Mac, HDD tetap akan terus dipakai, setidaknya untuk beberapa tahun ke depan.

Form factor (bentuk/ukuran) : Karena HDD bergantung pada putaran piringan, membuat terdapatnya batasan seberapa kecil ukuran sebuah HDD dapat diproduksi. Ada inisiatif untuk membuat HDD dengan ukuran 1,8 inci, namun terbentur dengan kapasitas maksimal 320 GB, sementara MP3 player dan pabrikan ponsel pintar (smartphone) telah menetapkan flash memori sebagai media penyimpanan datanya. SSD terbebas dari batasan tersebut, sehingga ukuran SSD dapat disusutkan seiring dengan waktu dan perkembangan teknologi. SSD tersedia dengan ukuran 2,5 inci dimana ukuran tersebut hanya untuk kenyamanan pengguna laptop. Seiring dengan semakin kecilnya ukuran laptop dan semakin banyaknya pengguna PC tablet untuk menjelajahi web, Anda akan melihat kemampuan SSD yang dapat beradaptasi dengan mudah dengan ukuran laptop/tablet.

Noise (Tingkat Kebisingan) : Bahkan HDD tersenyap akan menghasil sedikit kebisingan ketika piringan berputar atau ketika head baca/tulis yang terus bergerak maju-mundur. Semakin cepat sebuah HDD, maka semakin tinggi kebisingan yang dihasilkan. Sedangkan SSD tidak menghasilkan kebisingan sama sekali, hal ini dikarenakan bentuknya yang bukan mekanik.

Overall : Secara keseluruhan, HDD menang dari sisi harga, kapasitas, dan ketersediaan barang. Sedangkan SSD unggul dalam hal kecepatan, daya tahan, bentuk/ukuran, tingkat kebisingan, dan fragmentasi.

Perlu diketahui, setiap sel chip flash memori yang ada pada SSD memiliki batasan berapa kali data dapat ditulis dan dihapus. Walau begitu, dengan adanya teknologi TRIM pada SSD yang secara dinamis meningkatkan siklus baca/tulis-nya, besar kemungkinan Anda akan membuang perangkat (SSD) yang usang sebelum mengalami kesalahan baca/tulis (read/write error). Kecuali bagi pengguna multimedia high-end seperti editor video yang secara konstan membaca dan menulis data.